This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 21 Desember 2014

LAPORAN BKK

BAB I

PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Bimbingan karir atau sering disebut dengan konseling karir atau bimbingan pekerjaan adalah suatu proses bantuan layanan yang diberikan kepada siswa atau seseorang untuk memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap  karir yang  sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya sehingga dapat mengernbangkan dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karir dan melaksanakan karir yang efektif  dan memberi kepuasan dan kelayakan. Fungsi bimbingan karier adalah memberikan kemantapan pilihan jurusan kepada siswa, karena penjurusan akan mempersiapkan siswa dalam bidang pekerjaan yang kelak diinginkan, memberikan bekal pada siswa yang tidak melanjutkan sekolah untuk dapat siap kerja sesuai dengan keinginannya, membantu kemandirian bagi siswa yang ingin ataupun harus belajar sambil bekerja. Berbagai kebingungan dan ketidaksiapan siswa atau seseorang dalam mempersiapkan karirnya masih sangat rendah, hal tersebut terlihat dalam berbagai masalah yang terjadi di lapangan baik yang berkaitan dengan pemilihan jenis studi lanjutan, pemilihan rencana pekerjaan maupun yang berkaitan dengan ketidaksiapan para lulusan SMA atau Perguruan Tinggi dalam memasuki pendidikan lanjutan atau dunia kerja. Diantaranya mereka mempertanyakan dari sejumlah jenis pekerjaan yang ada, pekerjaan apa yang sesuai dengan mereka kelak setelah menamatkan pendidikan. Melalui program bimbingan karir diharapkan karir yang dipilih nantinya sesuai dengan bakat, minat, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Jika orang memilih karir yang tepat, maka hidup orang akhirnya akan bahagia.

B.     Tujuan
Dengan adanya bimbingan karir diharapkan dapat membantu siswa atau seseorang untuk mempersiapkan diri menuju dunia kerja serta meningkatkan kualitas lulusan dengan cara menyusun rencana karier dan mengambil keputusan karier.
C.    Waktu dan Tempat
Waktu pelaksanaan dalam proses pemberian layanan klasikal yaitu pada mata kuliah Praktik Bimbingan dan Konseling pada tanggal 19 November 2014 dengan materi yang berbeda disesuaikan dengan masalah dan kebutuhan siswa. Dan pemberian layanan dengan waktu yaitu 30  menit.
Tempat pelaksanaan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling Karier berada diA2 lantai 3 ruang observasi dengan jumlah peserta 20 orang.

D.    Persiapan Konselor
A.    Persiapan
1.      Persiapan Akademik
Persiapan akademik merupakan persiapan yang dilakukan oleh seorang praktikan sebelum melaksanakan pemberian layanan klasikal yang di berikan kepada responden (klien) tentang PraktiBimbingan dan Konseling Karir agar mendapatkan pemahaman tentang menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap  karir. sehingga dapat mengernbangkan dirinya secara optimal. Beberapa hal yang harus disiapkan oleh praktikan sebelum memberikan layanan yaitu:
a.        persiapan materi yang akan di sampaikan kepada responden (klien)
b.       media yang akan digunakan dalam pelaksanaan pemberian layanan
c.         RPL  dan LAISEG
d.       permaianan atau ice breaking agar responden nantinya bersemangat dalam proses layanan
e.        berlatih cara menyampaikan materi
f.        menyiapkan beberapa kalimat atau video motivasi agar responden dapat lebih tertarik dalam layanan yang disampaikan
2.        Persiapan Kondisi Fisik dan Mental
Kondisi fisik dan mental yang harus dipersiapkan oleh seorang praktikan sebelum melaksanakan praktik bimbingan dan konseling karir. Beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu:
a.       Menjaga kesehatan badan
  1. Berpakaian sopan dan berpenampilan menarik
  2. Berdoa agar dalam penyampaian layanan dapat tenang dan lancar sesuai yang diharapkan
  3. Lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki
3.        Persiapan Administratif
Persiapan administratif yang harus dipersiapkan yaitu :
a.       Merencanakan secara rinci materi sesuai kebutuhan responden
  1. Menjelaskan maksud dan tujuan dari setiap program yang akan disampaikan

B.       Penyusunan Perangkat Layanan
Untuk mendukung lancarnya praktikan dalam menyampaikan materi, maka praktikan menyusun beberapa perangkat layanan, diantaranya sebagai berikut:
1.      Memilih masalah dan informasi yang di butuhkan responden yang  akan diberi layanan
2.      Mencari sumber referensi untuk membuat materi layanan yang disesuaikan dengan masalah dan informasi yang dibutuhkan responden
3.      Perumusan teori yang akan digunakan sebagai dasar dalam memberikan layanan
4.      Menyusun materi layanan
5.      Mencari point penting yang akan disampaikan dalam layanan
6.      Membuat Power Point sebagai media penyampaian layanan
7.      Menyiapkan lembar penilaian dan leiseg sebagai bahan untuk evaluasi

BAB II
KERANGKA KONSEPTUAL PRAKTIK BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR

A.      Pengertian, Tujuan, Asas dan Manfaat Bimbingan dan Konseling Karir
1.      Pengertian Bimbingan Konseling Karir
      Bimbingan adalah suatu proses bantuan yang diberikan terhadap para siswa/siswi dengan memperhatikan kenyataan-kenyataan dan kemungkinan-kemungkinan tentang adanya kesulitan-kesulitan yang dihadapinya dalam rangka perkembangan yang sangat optimal, sehingga mereka pun bisa memahami diri sendiri, bertindak serta bersikap, dan mengarahkan dari yang sesuai dengan tuntutan & keadaan sekolah, serta masyarakat & keluarga. (menurut Yusuf Gunawan, Pengantar Bimbingan & Konseling 1992: 40). Sedangkan kata Karir diambil dari bahasa Inggris, yaitu career. Veron G. Zunker, karier menunjukan pada aktifitas yang dihubungkan dengan pekerjaan yang mewarnai kehidupan seseorang. Bimbingan karir juga merupakan salah satu bidang dalam bimbingan dan konseling yang ada di sekolah-sekolah.
Menurut Winkel (2005:114) bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapanan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.
Layanan bimbingan karier diartikan sebagai bimbingan yang bertujuan membantu siswa menyusun rencana karier dan menyiapkan diri untuk kehidupan kerja (Munandir, 1996 : 77).
Bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya. Marsudi (2003:113)
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
Bimbingan karir tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalah-masalah yang muncul, akan tetapi juga membantu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan, yang diperlukan dalam pekerjaan. Penggunaan istilaah karir didalamnya terkandung makna pekerjaan dan jabatan sekaligus rangkaian kegiatan dalam mencapai tujuan hidup sesorang.
2.      Tujuan Bimbingan dan Konseling Karir
Tujuan khusus yang menjadi sasaran Bimbingan Karir di sekolah adalah, di antaranya:
a.       agar siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang dirinya sendiri (self concept)
b.       agar siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang dunia kerja
c.       agar siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja serta dalam persiapan memasukinya
d.       agar siswa dapat meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja
e.       agar siswa dapat menguasai keterampilan dasar dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berprakarsa, dan sebagainya (Sukardi, 2000).
Sedangkan tujuan umum bimbingan Karir dan Konseling adalah sebagai berikut:
a.       Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan
b.      Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi kerja
c.       Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama
d.      Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.
Menurut W.S. Winkel, tujuan bimbingan ada 2 yaitu:
1.      Tujuan sementara dari bimbingan, agar orang bersikap dan bertindak sendiri dalam situasi hidupnya sekarang.
2.      Tujuan akhir dari bimbingan adalah supaya orang mampu mengatur kehidupan sendiri. Mempunyai pandangan sendiri dan menanggung sendiri konsekuensi atau resiko dari tindakan-tindakan yang diambil.
Sedangkan secara umum bimbingan konseling tentang karir diantaranya:
1.      Mengerti dirinya dan lingkungan, mengerti diri meliputi pengenalan kemampuan dan nilai-nilai hidup yang dimiliki untuk perkembangan dirinya. Mengerti lingkungan meliputi pengenalan baik lingkungan fisik, sosial, budaya, informasi, lingkungan (informasi, pendidikan, karier dan sosial pribadi).
2.      Mampu memilih, memutuskan, merencanakan hidupnya dalam bidang pendidikan, pekerjaan dan sosial pribadi.
3.      Mengembangkan kemampuannya dan kesanggupannya secara maksimal.
4.       Memecahkan masalah pribadi secara bijaksana.
Memahami dan mengarahkan dirinya dalam bertindak serta bersikap sesuai dengan tuntutan dan lingkungan.
Dapat disimpulkan bahwa, tujuan bimbingan konseling karir di sekolah untuk mengarahkan dan memberikan referensi bagi siswa tentang dunia kerja, mensinkronisasikan dengan kemampuan yang dimilikinya, serta dapat menyesuaikan dengan minat dan bakatnya.
3.      Asas Bimbingan dan Konseling Karir
a.      Asas Kerahasiaan
Dalam kegiatan bimbingan dan konseling kadang-kadang klien  harus menyampaikan hal-hal yang sangat pribadi atau rahasia kepada konselor, berkenaan dengan rencana karier kedepanya. Dalam hal ini konselor berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin
b.      Asas Kesukarelaan
Bimbingan yang dilaksanakan bukan merupakan suatu paksaan, oleh karena itu proses bimbingan dan konseling harus belangsung atas dasar kesukarelaan begitu juga dengan hal-hal yang di sampaikan dan diungkapkan siswa tidak berdasarkan paksaan dan tekanan dari manapun.
c.       Asas Keterbukaan
Keterbukaan disini ditinjau dari dua arah, dari pihak klien diharapkan pertama-tama mau membuka diri sendiri sehingga apa yang ada pada dirinya dapat diketahui oleh orang lain (dalam hal ini konselor) dan kedua mau membuka diri dalam arti mau menerima saran-saran dan masukan lainnya dari pihak konselor menjawab pertanyaan-pertanyaan klien keterbukaan terwujud dari konselor sendiri. Jika hal itu memang dikehendaki oleh klien. Dalam hubungan yang bersuasana seperti itu, masing-masing pihak bersifat transparan (terbuka) tehadap pihak lainnya.
d.      Asas Kekinian
Obyek yang disampaikan dalam pemberian layanan Bimbingan dan Konseling Karier adalah merupakan kebutuhan dan masalah yang dialami pada saat ini dan menyangkut masa depanya.
e.       Asas Kemandirian
Pelayanan Bimbingan Konseling Karier bertujuan menjadikan siterbimbing dapat bediri sendiri, dalam artian dapat mengambil keputusan karier yang sesuai dengan pemahaman  dirinya.
f.       Asas Keterpaduan
Layanan Bimbingan Konseling Karier memadukan berbagai aspek individu dengan dibimbing. Disamping keterpaduan pada diri individu yang dibimbing, juga diperhatikan keterpaduan isi pada proses layanan Bimbingan Konseling Karier yang diberikan. Jangan hendaknya aspek layanan yang satu tidak serasi atau bukan bertentangan dengan aspek layanan yang lain.
g.      Asas Kenormatifan
        Pelayanan Bimbingan Konseling Karier tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, baik ditinjau dari norma agama, norma adat, norma hukum/Negara, norma ilmu, maupun kebiasaan sehari-hari asas kenormatifan ini terapkan terhadap isi maupun proses penyelenggaraan Bimbingan Konseling Karier. Seluruh isi layanan harus sesuai dengan norma-norma yang ada. Demikian pula prosedur, teknik dan peralaan yang dipakai tidak menyimpang dari norma-norma yang dimaksudkan.
h.      Asas Keahlian
Diselenggarakan atas dasar kaidah yang professional. Dalam hal ini pelaksanaan Bimbingan konseling karir hendaklah dilakukan oleh tenaga pendidik yang professional atau S1 jurusan BK atau konselor.
i.        Asas Kegiatan
Menghendaki bahwa konseli yang harus aktif dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling.
j.        Asas Kebersamaan
Dalam melakukan layanan bukan hanya seorang saja akan tetapi bersama dengan siswa-siswa yang lain dan juga konselor.
4.      Manfaat Bimbingan dan Konseling Karir
Bimbingan karier di sekolah membantu siswa dalam mengenal dan mengembangkan potensi karier yang dimilikinya. Selain itu bimbingan karier sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat yang dinikmati oleh kliennya dalam mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karir yang sesuai dengan kemampuannya. Manfaat bimbingan karier di sekolah yaitu:
a.       Memberikan kemantapan pilihan jurusan kepada siswa, karena penjurusan akan mempersiapkan siswa dalam bidang pekerjaan yang kelak diinginkan
b.      Memberikan bekal pada siswa yang tidak melanjutkan sekolah untuk dapat siap kerja sesuai dengan keinginannya
c.       Membantu kemandirian bagi siswa yang ingin atau belajar sambil bekerja
B.       Standar Prosedur  Operasional (SPO) Kegiatan
Dengan adanya standar prosedur operasional (SPO) dalam penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan dengan tepat, efektif, dan efisien. Dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier juga harus dilakukan berdasarkan standar prosedur operasional (SPO), untuk dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan pedoman untuk mencapai fungsi dan tujuan kegiatan yang di harapkan. Berbagai bentuk penyimpangan nantinya ketika dalam pelaksanaan layanan dapat dihindari atau terjadi penyimpangan dapat diselesaikan dengan cara yang tepat. Apabila semua sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh standar prosedur operasional, maka secara bertahap kualitas pelayanan dapat dilaksanakan secara profesional, cepat, dan mudah.
Standar prosedur operasional kegiatan layanan klasikal yaitu :
Tahap Pembukaan
1.      Pembinaan hubungan baik
2.      Apersepsi
3.      Penyampaian tujuan layanan
Tahap Inti
1.      Menyampaikan materi layanan
2.      Bertanya kepada siswa
3.      Menjawab pertanyaan siswa
Tahap Penutup
1.      Menyimpulkan materi layanan klasikal yang telah disampaikan.
2.      Menanyakan kepada Siswa berkenaan dengan pemahamanya, hal yang dirasakan, serta tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya setelah menerima layanan yang telah disampaikan.
3.      Memotivasi siswa dengan kalimat motivasi atau dengan menayangkan video motivasi
4.      Menutup kegitan layanan klasikal.
5.      Berkenaan dengan pemahaman yang diperoleh siswa dapat dilakukan dengan evaluasi (Laiseg)
 BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR
A.    Hasil Need Assesment
Dalam pelaksanaan praktik layanan Bimbingan dan Konseling Karir sebelumnya perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Berdasarkan dari hasil pengolahan data (need asesment) mengenai masalah dan kebutuhan siswa yang saya lakukan, diketahui bahwa mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling semester tiga, rombel satu, Fakultas Ilmu pendidikan, Universitas Negeri Semarang bahwa mereka belum bisa menentukan karir mereka berdasarkan hobi yang mereka senangi. Maka dari itu saya selaku praktikan memberikan layanan orientasi bimbingan karir dengan topik bahasan yang berjudul “Pekerjaanku Berawal Dari Hobi” tersebut sebagai fungsi pemahaman.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengenali,dan menggali bakat yang terpendam dalam diri, serta memahami minat yang dia inginkan.
B.     Pelaksanaan Praktik Layanan
Mata kuliah Praktik Bimbingan dan Konseling Karir  dilaksanakan pada setiap hari Rabpukul 11.00- 14.40 WIB,  yang diampu oleh Ibu  Edwindha Prafitra Nugraheni S.Pd, Kons. Dalam memberikan layanan praktikan mendapat kesempatan untuk menyampaikan materi layanan yang telah praktikan siapkan dan pada hari Rabu tanggal 19 Oktober 2014 di gedung A2 ruang observasi FIP UNNESDalam Praktik Bimbingan dan Konseling layanan yang disimulasikan hanya satu saja, yaitu layanan informasi. Tema materi layanan yaitu “Pekerjaanku Berawal Dari Hobi”. Dalam memberikan layanan praktikan di beri waktu 30 menit sesuai dengan persetujuan dosen pembimbing.
1.      Kegiatan awal
Kegiatan awal yang dilakukan oleh praktikan adalah menciptakan hubungan baik (Rapport) terlebih dahulu dengan mahasiswa. Praktikan mengucapkan salam, menanyakan bagaimana kabar mahasiswa, menanyakan masih semangat atau tidak dalam menerima materi layanan, dan memberikan ice breaking agar mereka bersemangat dan dapat berkonsentrasi kembali.
Setelah berbicara seputar topik netral hal yang praktikan lakukan adalah menanyakan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti layanan (appersepsi). Setelah itu menjelaskan maksud dan tujuan dari pemberian layanan.
2.      Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti adalah menyampaikan dan menjelaskan isi materi dalam layanan yaitu mengenai pengertian pekerjaan,  tahap perkembangan karir, jenis-jenis pekerjaan yang ada pada berbagai sector, pengetian minat, pengertian hobi, jenis hobi yang bisa membuat lebih pintar, dan jenis hobi yang bisa dijadikan bisnis. Dalam penyampaian layanan praktikan menggunkan media power point yang telah disiapkan, dan memberikan kalimat motivasi.
3.       Kegiatan Akhir
Kegiatan penutup untuk layanan ini, yang pertama dilakukan adalah menyimpulkan dari materi layanan yang telah disampaikan, sebelum praktikan menyimpulkan praktikan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat menyimpulkan materi layanan yang telah diberikan. menanyakan tentang pemahamannya dalam mengikuti layanan dan tentang perasaannya dalam mengikuti layanan, serta rencana yang akan dilakukan mahasiswa nantinya. Dan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa karena sudah berpartisipasi dalam mengikuti layanan Bimbingan Klasikal dengan baik dan meminta maaf jika dalam proses pemberian layanan ada kesalahan yang dilakukan, kegiatan layanan ditutup dengan mengucapkan salam.
C.    Evaluasi Pelaksanaan Praktik Bimbingan dan Konseling Karir
a.    Perolehan Hal Baru (U)
Dalam memberikan layanan klasikal praktik bimbingan dan konseling karir di kelas merupakan pengalaman pertama kali yang saya lakukan sendiri tanpa ada teman, karena meyampiakan materi sendiri, bertanya kepada paserta sendiri, serta dalam menjawab pertanyaan peserta juga harus sendiri. Dalam memberikan layanan saya dapat memahami bahwa dalam memberikan layanan harus mampu menguasai materi yang akan di sampaikan, harus memiliki rasa percaya diri agar materi yang disampaikan kepada peserta bisa diterima, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap penyampaian layanan kepada teman-teman rombel 1, media pendukung juga harus diperhatikan bahwa yang ditampilkan itu adalah power point bukan power text. Pada saat memberikan layanan, saya juga mendapatkan pemahaman baru yaitu dengan adanya media yang menarik akan lebih membuat mahasiswa memperhatikan materi apa yang disampaikan, dengan penyampaian materi yang sedikit tapi berkesan tidak membuat mahasiswa jenuh dalam mendengarkan materi yang saya sampaikan. Melalui pemberian layanan ini praktikan juga mendapatkan pengetahuan baru bahwa mengajar dan membimbing itu hal yang berbeda.
b.      Perasaan atau Kenyamanan (C)
Ketika dalam memberikan layanan saya merasa bahwa dalam menyampaikan materi layanan saya masih sering membaca di media power point dikarenakan saya masih gerogi, kurang percaya diri, masih kaku dalam penyampaian, kurang menguasai materi, masih bingung selanjutnya akan berbicara apa, kurang menguasai kondisi kelas, dan kurang mengkondisikan peserta layanan karena masih ada yang bermain gadget, laptop, dan bebicara sendiri serta dalam mengkondisikan kelas kurang bisa. Mungkin dikarenakan pertama kalinya praktikan memberikan layanan, sehingga masih merasa gerogi, namun setelah saya memberikan layanan saya merasa sangat puas karena sudah memberikan informasi yang bermanfaat untuk teman-teman.
c.       Rencana Tindakan (A)
Tindakan yang saya rencanakan setelah memberikan layanan adalah saya berusaha lagi untuk lebih memahami materi yang saya sampaikan, membuat media yang lebih menarik, tidak monoton, tidak power text dan simple, serta belajar untuk lebih percaya diri agar tidak gerogi. Jadi pada kesimpulannya, hal ini bertujuan untuk lebih memahami karakteristik masing-masing siswa yang berbeda, dan menjadikan praktikan sebagai seorang calon pembimbing atau calon konselor sekolah yang baik.
































BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dalam mengidentifikasi masalah dan informasi yang dibutuhkan siswa seorang konselor harus mampu membuat instrument yang mampu mengungkap masalah dan informasi yang dibutuhkan siswa. Dalam membuat instrument yang dilakukan oleh seorang konselor sebaiknya harus berlandaskan dan berdasarkan teori, karena layanan kasikal yang akan diberikan adalah Bimbingan dan Konseling Karier maka instrument yang akan diberikaan yaitu instrument daftar cek masalah (DCM) teori yang digunakan dalam instrument adalah teori perkembangan Karier Ginzberg. Identifikasi masalah dan informasi yang dibutuhkan siswa ini berfungsi untuk menyusun program layanan Bimbingan Konseling Karier, sehingga tujuan dari Bimbingan Konseling tersebut dapat tercapai dan berkembang lebih optimal.
B.     Saran
Dalam penggunaan instrument yang akan digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan informasi yang dibutuhkan siswa harus sesuai dengan kenyataan yang ada atau valid. Jika data yang diperoleh tidak valid maka nantinya akan berpengaruh terhadap Bimbingan dan Konseling Karier yang diberikan dan tujuan tidak dapat tercapai. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dianalisis masalah dan kebutuhan yang dialami oleh konseli yang kemudian digunakan untuk penyusunan program. Dalam memilih hendaknya harus disesuaikan dengan Instrumen yang dibuat dengan siapa instrument itu akan digunakan dan materi layanan juga disesuaikan dengan sasaran penerima layanan.


DAFTAR PUSTAKA


Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan Konseling (Studi&Karier). Yogyakarta: ANDI OFFSET

Amti, Erman dan Prayitno. 1994. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: RINEKA CIPTA

Munandir.1996.Program Bimbingan Karier di Sekolah.Jakarta.UNNES PRESS

Syah Muhibbin.1995.Psikologi Pendidikan atau Pendekatan Baru.Remaja Rosdakarya.Bandung

https://club3ict.wordpress.com/tag/bidang-bimbingan-karir/














Refleksi Diri
Setelah saya memberikan layanan klasikal Praktik Bimbingan dan konseling kariryang saya dapatkan untuk mengetahui kemampuan saya yaitu:
a.         Persiapan Instrumen
Dalam  menyusun Instrumen dapat dilakukan dengan cara yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan dan masalah siswa. Pada pembuatan instrumen di mulai dengan menentukan variabel, karena dalam  mata kuliah ini adalah mata praktik Bimbingan Konseling karier maka landasan teori yang digunakan adalah teori perkembangan karier, pemilhan variabel dapat disesuaikan dengan responden, responden yang mengisi instrument tersebut adalah  teman sekelas sendiri. Setelah itu menentukan sub variabel dilihat dari karakteristik pemilihan karier, ternyata saya menggunakan teori Ginzberg yang sesuai dengan instrument saya. Kemudian menentukan indikator, dalam menyusun program bimbingan konseling karier harus disesuaikan dengan masalah dan kebutuhan siswa, dengan pengumpulan data dari hasil instrument yang telah siswa isi sesuai dengan masalah dan kebutuhannya.
b.      Pengalaman
Banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang saya dapatkan ketika praktik bimbingan dan konseling karier, diantaranya yaitu harus lebih menguasai materi agar nantinya saya tidak power text lagi, lebih tampil percaya diri lagi, lebih bisa mengatur kalimat yang akan saya ucapkan, media power point yang saya buat tidak power text tetapi lebih menarik dan simple agar mahasiswa memperhatikan apa yang saya sampaikan.
c.         Hambatan dan masalah yang muncul
1.        Dari Konselor
Hambatan dan masalah ketika dalam menganalisis data yang diperoleh dari DCM yang disebar hal ini dikarenakan merasa sedikit kesulitan dalam menganalisis DCM. Hambatan lain yang muncul dari diri Konselor pada saat memberikan layanan adalah kurang percaya diri dan kurangnya kesiapan mental dalam menyampaikan materi layanan.
2.      Dari Mahasiswa
Mahasiswa kalau paktikan tidak menegur atau lengah sedikit, mahasiswa cenderung asyik dengan gadget ataupun laptop mereka. Mahasiswa terkadang kurang aktif dalam menerima layanan jadi praktikan harus yang lebih aktif bertanya kepada mahasiswa agar konsentrasi mereka kembali ke proses layanan yang sedang diberikan, serta dalam mengisi lembar laiseg waktu yng diberikan hanya sedikit jadi mereka mengisi dengan terburu-buru
d.   Solusi yang dilakukan
Solusi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan dan masalah yang dialami ketika praktik yaitu :
1)      Memperbanyak materi dari berbagai buku referensi
2)      Berusaha untuk tenang, fokus dan rileks ketika memberikan layanan sehingga tidak gerogi.
3)      Membuat power point lebih menarik dan simple agar  menarik perhatian peserta layanan
4)      Sebelum tampil di kelas ketika akan memberikan layanan, sebaiknya praktikan berlatih terlebih dahulu agar nantinya materi yang disampaikan sesuai dengan yang diinginkan
5)      Berpenampilan sopan, rapi dan menarik
6)      Materi yang disampaikan materi yang penting saja
7)      Melibatkan peserta untuk berdiskusi dan sharing pengetahuanya berkaitan dengan materi yang disampaikan.